TANAH SURGA KATANYA…
Pahitnya kehidupan
di perbatasan Indonesia-malaysia(tepatnya di Kalimantan).
Film ini menggambarkan
kondisi Pendidikan yg buruk/fasilitas Pendidikan
yg minim di wilayah sana.
Sekolah seadanya,fasilitas
sekolah yg sangat terbatas
Kondisi
ini mencerminkan minimnya perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan yang
layak bagi warga di ujung negeri.
Di
desa tersebut, hanya ada satu guru yang bernama astuti yang harus mengajar banyak kelas (misalnya
kelas tiga dan kelas empat) sekaligus. Bahkan, sekolah sempat berhenti selama
satu tahun karena tidak ada guru yang bertugas.
Tokoh
Astuti melambangkan pengorbanan dan dedikasi seorang guru. Dia tidak hanya
mengajar mata pelajaran, tetapi juga menanamkan rasa cinta tanah air dan pendidikan
karakter kepada murid-muridnya, seperti mengajarkan lagu kebangsaan "Indonesia
Raya."
Konflik
utama terjadi pada keluarga Hasyim. Hasyim adalah simbol nasionalisme murni ia bersikeras
untuk tetap tinggal dan berjuang di tanah air, meskipun di seberang perbatasan,
Malaysia menawarkan kehidupan dan fasilitas (termasuk pendidikan dan kesehatan)
yang jauh lebih baik.
Hasyim
berusaha keras menanamkan nasionalisme kepada cucunya, Salman, dan
meyakinkannya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun negeri sendiri.
Tokoh dokter Anwar , juga menekankan
pentingnya belajar agar generasi muda bisa menjadi pemimpin yang peduli pada
kondisi masyarakat perbatasan.
Komentar
Posting Komentar